Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober 2, 2016

Kawan - Kawan

Disini aku menemukan Pelangi indah menyejukkan Sebagai penghias langit Yang terlihat hampa Mereka semua memberikan Sebuah campuran warna Yang dapat memberikan kesan Dalam sebuah kertas hampa

Kisah Pagi Hari

Rasanya pagi ini  Ku tak ingin berpisah Dari tempat berbaring  Dimana impian tecipta Rasanya lebih baik Mengarungi dunia mimpi daripada aku menjelajah Di atas bumi Tapi ini realita Saat sijantan berirama Memanggil nyawa Kembali pada jiwa

Hati Dirundung Rindu

Tangan ini rindu Saat menggapai tanganmu Menyusuri jalan hidup Tanpa terpisah darimu Mata ini rindu Saat menatap dirimu Menjadikan hidupku Bahagia denganmu Fikiranku rindu Saat memikirkan tentangmu Di ruang dan waktu Tanpa lupa raut wajahmu

Masa Lalu

Bila ku ingat masa lalu Masa saat ku bersamamu Bahagia tak pernah luluh Bahkan jauh pun rasa rindu Kamu yang di masa lalu Apakah masih ingat diriku Yang setiap berganti waktu Masih ingin bersamamu Kalau ku punya kesempatan Aku ingin berjumpa dengan mu Menyampaikan kata rindu Kepada hatimu  Namun itu hanya masa lalu Masa yang akan menjauh Seiring berjalan waktu Dan takkan kembali padaku

Kisah Cinta

Mampukah ku mencari Di antara pohon yang tinggi Menjulang tak dapat meraih Cinta yang abadi Mampukah ku Meniti Diantara selat karimata Untuk mendapatkan Kasih yang di dambakan Mampukah ku menghampiri Burung yang terbang tinggi Untuk menggapai Tulusnya rasa sayang Mampukah ku sambangi Sebuah tempat di ujung bumi Untuk menjumpai Rindu yang membatin

Menikmati Kesunyian Malam

Usai sudah hari ini Tugas dari sang raja hari Menyinari tempat berdiri Penuh kenyataan dan misteri Sekarang tugas bulan Menggantikan tugas matahari Menyinari gelapnya malam hari Dimana hal terduga dapat terjadi Bulan tidak sendiri Masih ada bintang Tampil dengan menawan Menambah pesona malam Suara jangkrik dan katak Terdengar saling bersahutan Membuat melodi indah Dalam malam gelap Di sudut sebuah ruangan Ku nikmati paduan suara indah Yang alam sediakan Untuk penduduk bumi yang setia Ku pandang langit malam Penuh hiasan indah Ku perhatikan cahayanya Bagai jutaan butir permata

Perjalananku

Aku mulai perjalananku Berjalan menyusuri hidup Yang penuh duka dan pilu Melintasi Ruang dan waktu  Ku Berjalan di tengah Diantara bangunan berdiri megah Tempat dimana kita berjumpa Di suatu malam yang indah Mulai ku menyusuri jalan Bersama dengan mereka Yang senang mengalah tetapi tak pernah ingin kalah tak akan pernah aku berhenti menyusuri walau tak di bekali tulang rusuk yang abadi

Bertemu Mimpi

Mimpi Kita bertemu kembali Setelah sehari tadi Ku rindu kau kembali Mimpi Ku harap kau tak membenci Karena ku kembali Usai lewat matahari tadi

Rindu Mata Terpejam

oh ... mata kenapa kamu tak juga menutup padahal aku sedang dirundung rindu pada dunia mimpiku ayolah mata jangan kau terus membuka aku sedang merasa lelah dengan kegiatan dunia

Sahabat Setia

Aku bangga milki mereka Yang membuatku bahagia Yang dapat menggores warna indah Dalam kertas yang hampa Rasanya tak ingin berpisah Walau hanya sementara Karena mereka ku punya segala Yang tak pernah ada di dunia Tetaplah seperti ini sahabat Seperti pertama kita jumpa Tanpa ada yang membedakan diantara kita dalam kebersamaan

Kenangan

Ku berjalan disebuah lorong Penuh dengan banyak kenangan Kutatap ruangan demi ruangan Tempat di mana memori tercipta Semakin ku berjalan Melewati segala memori indah Saat itu juga ingin kurasa Berjumpa kenangan lama Entah kenapa kurasa Ingin kembali berjumpa Memori lama yang indah Yang kita tulis bersama

Merah dan Putih

Kalian tau kalau merah itu berani? Berani untuk melawan para tirani Berani melakukan sebuah perlawanan Berani dalam suka maupun sengsara Dan kalian tau kalau putih itu suci? Suci dari prasangka kelam Suci dari segala bentuk hinaan Suci dari banyak pertentangan Tapi makna merah hanya tersirat Saat tiada berani membela kesengsaraan  Membiarkan tirani menjadikan kita pelayan Tanpa adanya bentuk pembelaan Dan warna putih hanya tersirat Saat tangan hina merenggut kepercayaan Membiarkan hukum tajam kebawah Dan yang atas di bebaskan

Kembali Sepi

Bagian tulang rusuk Yang selama ini ku cari Dengan usaha yang gigih Akhirnya patah lagi Mungkin Ku akan kembali Berjalan di malam hari Tanpa bulan dan mentari  Yang biasanya menyertai Kemana lagi Harus ku cari kembali Tulang rusuk pengganti Yang menjadi abadi

Pesan Untuk Para Sahabat

Mereka Tiada lagi selain mereka Yang mewarnai Kertas putih yang hampa Dengan warna - warna ceria Mereka Yang berada didepan Saat ku merasa terbeban Oleh liku kehidupan Agar terhindar dari keterpurukan  Mereka Seribu daun di dahan Melindungi dari badai ketidak tenangan Memberi kesejukan panjang Dari krisis ketidak percayaan

Pesan Untuk Penghuni Langit

Matahari Jangan kau malu Gelap bumi ini Bila tanpamu Awan Jangan kau menghitam Tetaplah memutih Seperti kapas Bulan Jangan menghilang Gelap langit ini Bila kau tak bersinar Bintang Tetaplah di tempat Kalau kau lenyap Hampa sudah langit malam

Mimpi

Hai mimpi Berat rasanya berpisah Walau hanya sehari Karena kau imajiku Hai mimpi Kamu merupakan pelarianku Dari dunia yang fana ini Selamat bertemu malam nanti Hai mimpi Hanya kamu yang menemani Saat mentari yang menerangi bumi Kembali untuk bersembunyi Mimpi Kau tempat aku menghayal Saat dunia yang fana Ku berjalan dengan logika

Menatap Indahnya Negeri

Tatkala kulihat Indonesia Di atas Gunung Rinjani Tak sampai mata ini Melihat batas negeri Tatkala ku raba Indonesia Dari dasar lautan Jawa Entah sanggupkah Ku capai sampai dasarnya Tatkala ku bayangkan Indonesia Di setiap ujung negeri Tak sanggup ku ungkapkan  Kecintaan pada negeri Tatkala ku renungkan Indonesia Di setiap selat - selat negeri tangis tak lagi berhenti merasakan indahnya neger i

Duhai Pelayan Rakyat

Ku tatap mata - mata Menunggu ketidak pastian Menanti adanya jalan Dari sebuah harapan Duhai pelayan rakyat Perhatikan kami yang melarat Untuk diberi kesempatan Agar mendapat kelayakan Jangan kau dulu pedulikan Orang di kelas atas Karena yang melarat Akan merasa sengsara

Kisah Kertas Putih

Kertas putih Sudah ternoda oleh pena Berisi kegelisahan hati Didalam relung jiwa   Sebab ku tidak tau Kemana harus ku utarakan Semua dilema Dari kehidupan yang berjalan Tanpa dapat di tahan kapan dia datang  sebagian rusuk yang hilang berharap akan datang Menyatu dan tak terpisahkan Dimana harus ku temukan rusuk yang menghilang apakah dapat ditemukan atau justru akan lenyap

Pesan Untuk Langit

Langit Kenapa kau hitam? Padahal baru kami nikmati  Biru mu yang mendamaikan hati Langit Kenapa kau semakin pekat? Apakah kami salah Menikmati warna mu yang indah Langit Kenapa kau sedih? Padahal kami Tidak pernah membenci Langit Jangan kau menangis Kalau kau menangis Kami merasa sakit Langit Kami sadari sedihmu Kau membenci kami Yang telah menghina bumi Langit Masihkah kau menerima maaf Dari para penduduk bumi Karena menghina tempat berdiri Langit Hentikan kesedihanmu Jangan kau biarkan kami Memendam dalam rasa rindu Akan warna mu yang membiru