Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Rayuan Lumbung Padi

Padi merekah, menguning merekah Hias dataran, sejauh mata menilik Antara petak-petak elok pesawahan Sampaikan salam indah di pikiran Mata memandang setiap cangkul Menghantam tanah, dibuatnya gembur Panas menyengat menusuk tubuh Mencuri cara memenuhi bumbu "Mas, kamu selalu bergairah" Sayup mendengar ujaran mesra "Demi dapur, ku relakan tubuhku" Kemudian kembali bergumul lumpur Rayuan dahaga merangsang jiwa Waktu bergulir secara bersahaja Mata hari ini menantang sukma Merusuh rasa, memutus asa

Satu Gelas Rindu

Menyendiri dalam gelap malam Saat angin menyelinap ke tubuh Menatap pergantian iringan awan Berbuah pertanyaan dipikiran Lagi-lagi ku diam membungkam Antara langit yang tak berias Karena malam sedang murung Melihat aku membisu Tiba ku pada malam berikutnya Saat hati tak ingat kejadian sama Yang baru aku alami di hari lalu Menyembunyikan kata rindu

Malam Rindu

Perjalanan sendu mengikis kalbu mengarungi kisah pilu, diantara kabut lembut merenggut kecut hidup biar maut melucuti aku. Malam sunyi laksana hati tanpa isi di dalam nadi lemah mengambil alih cerita tiada akhir. Burung merenung bersamaku mengais, menangis padaku tak terjawab satu persatu kisah pilu itu.