Harapan Di Pagi Hari



Mentari kembali membuka cahaya,
Karena ia peduli kehidupan di dunia.
Ku beranjak dari ranjang mimpi.
Suatu harapan kembali mampir.
Akankah dia masih menerimaku.

Pukul tujuh kurang ku tulis pesan padanya.
Berharap cinta datang membaca.
Besar harapan yang ku rasakannya.
Tetapi kecil kemungkinan untuk menjadi nyata.
Karena hayalku berumah pada imajinasi saja.

Menunggu detik mengubah diri menjadi menit.
Saat itu fikiranku mulai menyempit.
Akankah pesan itu dibalas olehnya,
Ataukah hanya di baca saja,
Atau hanya di abaikan seperti tak teranggap.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keputusan Sulit

Kisah Cinta