Jatuh Cinta
Siapa yang berdiri anggun di sudut halte.
Entah mengapa membuat jantung merdu berirama,
Karena terpikat pesonanya. Entah kenapa dia?
Mengulur waktu di antara kopaja
Menaikkan penumpang dan mengantarnya.
Ku ingin mengenal namanya.
Tetapi entah mengapa ku terus mengulur waktu.
Karena mulut membungkam dan membisu.
Tanpa tau penyebab utamanya,
Yang membuat waktu kian mengulur.
“Siapa nama gadis penunggu halte itu?
Bodohnya aku karena siakan waktu.”
Ketika kopaja yang akan mengantarku
Berhenti di depan halte itu dengan kernet yang menyaut.
Dan kemudian pergi meninggalkan rindu.
Sepanjang jalan, sebelum sampai pada tujuan
Ku masih memikirkan gadis itu.
Kenapa aku terlalu menyiakan kesempatan itu
Untuk mengenal lebih jauh. Bodoh!!
Hanya rasa rindu yang singgah di diriku
Akankah kesempatan lain datang untuk mampir?
Agar dapat ku manfaatkan kesempatan itu.
Untuk tiada lagi mengulur waktu,
Karena perkenalan sebagai penentu.
Hadirnya belahan jiwaku.
Komentar
Posting Komentar